Jambiday.com, JAKARTA – Penampilan Srikandi Bawaslu Provinsi Jambi sukses mencuri perhatian peserta Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Perempuan Pengawas Pemilu dan Masyarakat Sipil yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia di Jakarta. Dalam forum nasional bertema Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti-Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital tersebut, Srikandi Bawaslu Jambi menghadirkan pertunjukan seni budaya berupa tarian khas Suku Anak Dalam (SAD), yang sarat nilai filosofis dan kearifan lokal.
Tarian teatrikal pendek bertajuk Layang Pekaseh Suku Anak Dalam: Doa Ibu untuk Bumi ini dikomandani langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Rofiqoh Pebrianti, bersama para Srikandi Bawaslu dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Penampilan tersebut sekaligus menjadi persembahan bermakna dalam momentum peringatan Hari Ibu, 22 Desember.
Tarian Layang Pekaseh mengisahkan perjuangan seorang ibu yang berdoa dan berikhtiar menyembuhkan anaknya dari penyakit. Dalam tradisi Suku Anak Dalam, Layang Pekaseh merupakan ritual pengobatan atau ruwatan, di mana doa dipercaya “diterbangkan” (layang) ke alam spiritual demi memulihkan keseimbangan tubuh dan jiwa.
Melalui gerak tari yang lembut namun penuh makna, penampilan ini merepresentasikan peran perempuan khususnya ibu sebagai penyembuh pertama dalam keluarga sekaligus penjaga harmoni antara manusia dan alam. Filosofi ini sejalan dengan nilai kehidupan Suku Anak Dalam yang menjunjung tinggi keseimbangan rimba sebagai sumber kehidupan.
Dalam pengantar narasi pertunjukan, para penari mengajak hadirin untuk sejenak “melangkah menuju jantung Rimba Jambi”, menyelami kehidupan masyarakat adat yang menjalani tradisi melangun sebuah perjalanan hidup yang selaras dengan alam dan penuh kerendahan hati sebagai penjaga bumi.
“Sebagaimana Layang Pekaseh adalah doa yang diterbangkan ke angkasa, sosok ibu adalah penyembuh yang hadir paling awal dalam kehidupan. Dari tangannya, kesedihan disapu, luka dibasuh, dan kehidupan dijaga dengan kasih sayang,” demikian penggalan pesan yang mengiringi tarian tersebut.
Tarian ini diperagakan oleh Rofiqoh Pebrianti yang juga menjabat Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Provinsi Jambi, bersama Yanita Kusuma, Shella Novelina, Paridatul Husni, Amrina Rasyada, Sinta Febria Ningsih, Nur Anisah, Chintiya Albert Siin, Umi Titim Fatimah, Henty Wilda, Suci Nola Ashari, serta Siska.
Penampilan semakin memukau dengan balutan busana khas Suku Anak Dalam, iringan musik tradisional Jambi, serta latar visual kehidupan rimba dan masyarakat adat. Seluruh rangkaian pertunjukan mendapat apresiasi tinggi dari Srikandi Bawaslu se-Indonesia yang hadir, dan dinilai berhasil menyampaikan pesan kuat tentang peran perempuan, pelestarian budaya, serta nilai kemanusiaan dalam pengawasan demokrasi. (OYI)








Discussion about this post