Jambiday.com, MUARO JAMBI- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Jambi (Lapuanja) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggandeng sejumlah aparat penegak hukum dalam razia gabungan. Kegiatan ini melibatkan BNN Kota Jambi, Polres Muaro Jambi, serta Kodim 0415 Jambi.
Razia yang digelar di seluruh blok hunian tersebut dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah peredaran barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan Lapas.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan menyisir setiap kamar warga binaan secara menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti narkotika, handphone, maupun benda terlarang lainnya. Meski demikian, petugas tetap melakukan penertiban terhadap sejumlah barang yang dinilai melanggar aturan, seperti kaca, tali, pakaian, serta bantal yang jumlahnya melebihi ketentuan. Barang-barang tersebut langsung diamankan untuk menjaga kondusivitas lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Perempuan Jambi, Meita Eriza, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Razia ini merupakan giat rutin yang kami laksanakan secara berkala. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pemasyarakatan, sebagai bentuk komitmen kami dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang,” ujar Meita pasca razia, Senin (06/04/26).

Tidak hanya razia, kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap warga binaan. Sebanyak 115 orang warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani tes urine, dari total 229 penghuni Lapas yang berasal dari berbagai latar belakang kasus, mulai dari narkotika, kriminal umum, hingga tindak pidana korupsi. Pemeriksaan urine dilakukan oleh tim medis dari BNN Kota Jambi yang dipimpin oleh dr Ika Rusdiana selaku teknis pelaksana.
“Pengambilan sampel tidak dilakukan kepada seluruh warga binaan, melainkan sekitar setengah dari jumlah keseluruhan. Namun dari hasil pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif,” jelasnya.
Hasil ini menjadi indikator positif bahwa upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pihak Lapas berjalan dengan baik. Sinergi antara Lapas dan aparat penegak hukum pun diharapkan terus terjalin guna menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari Narkoba serta kondusif bagi proses pembinaan warga binaan. (OYI)








Discussion about this post