Jambiday.com, JAMBI– Dalam suasana penuh makna memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi menegaskan komitmennya menjaga marwah pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat. Melalui razia serentak di blok hunian serta tes urine bagi pegawai dan warga binaan, upaya menghadirkan lingkungan yang aman dan bebas dari Narkoba kembali diperkuat.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan kesungguhan dalam melindungi harapan yang tumbuh di balik tembok lapas. Bersama unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional, petugas menyisir setiap sudut blok hunian dengan teliti dan penuh tanggung jawab.

Hasilnya memberi angin segar. Tidak ditemukan barang terlarang seperti Narkotika maupun handphone yang selama ini kerap menjadi ancaman laten. Namun, petugas tetap menertibkan sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan, seperti korek gas, elemen listrik, dan sendok berbahan besi. Benda-benda tersebut diamankan untuk dimusnahkan, sebagai bagian dari langkah tegas menjaga keamanan bersama.
Di balik razia itu, ada pesan kuat tentang kepedulian. Sebanyak 809 warga binaan dan 75 petugas Lapas turut menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Fakta ini bukan hanya angka, tetapi juga harapan—bahwa pembinaan berjalan di jalur yang benar, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik benar-benar mungkin terjadi.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus deteksi dini dalam memutus mata rantai peredaran Narkoba di dalam Lapas.
“Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi tentang menjaga kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Kelas IIA Jambi menjadi tempat yang aman untuk pembinaan, bebas dari Narkoba dan barang terlarang. Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ini kami maknai sebagai penguatan integritas dan sinergi bersama aparat penegak hukum,” ujar Roni, Senin (06/04/26).

Lebih dari sekadar pengawasan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa di dalam Lapas, harapan tidak pernah benar-benar padam. Dengan lingkungan yang bersih dan kondusif, proses pembinaan dapat berjalan optimal, memberi kesempatan bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik. (OYI)








Discussion about this post