Jambiday.com, JAMBI – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengapresiasi deklarasi akbar penolakan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme), TCC (True Crime Community), serta aksi perundungan atau bullying yang diikuti belasan ribu pelajar SMP dan SMA di Provinsi Jambi, Rabu (7/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di GOR Kota Jambi itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi hingga Densus 88, sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terbebas dari pengaruh negatif.
Deklarasi tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi, Al Haris, Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar.
Ivan Wirata menilai deklarasi tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari penyebaran paham-paham berbahaya yang kini banyak menyasar kalangan pelajar melalui media sosial maupun game online. Ia menyebut, berdasarkan data nasional terdapat 116 anak di Indonesia yang terpapar paham radikalisme melalui media digital, termasuk lewat platform permainan daring seperti Roblox.
“Ancaman sekarang tidak lagi datang secara konvensional. Ia masuk melalui ruang digital, media sosial, bahkan game online yang setiap hari diakses anak-anak,” ujar Ivan Wirata.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka ruang masuknya ideologi yang dapat merusak mental dan karakter pelajar jika tidak diawasi dengan baik.
“Ini langkah yang sangat positif. Anak-anak kita harus dijaga dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, termasuk komunitas-komunitas digital yang berpotensi menyesatkan pola pikir generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk membangun karakter, memperkuat nilai kebangsaan, dan menanamkan semangat toleransi di kalangan siswa.
“Selain menolak paham ekstrem, deklarasi ini juga penting untuk memerangi bullying di lingkungan sekolah. Jangan sampai ada anak-anak yang merasa takut, tertekan, atau kehilangan semangat belajar akibat perundungan,” lanjutnya.
Ivan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari guru, orang tua, hingga aparat penegak hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap aktivitas digital anak-anak.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga generasi muda Jambi agar tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, berkarakter, dan cinta NKRI,” tutupnya. (OYI)








Discussion about this post