Jambiday.com,JAMBI – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menyelenggarakan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I-IV bagi pekebun asal Kabupaten Tebo.
Kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (31/7/2026) tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kelembagaan pekebun agar mampu menjalankan usaha perkebunan secara profesional, mandiri, adaptif, dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan sektor perkebunan yang terus berkembang.
Ketua Penyelenggara, Renata Dayang Naguratta Damanik, SP., M.M, mengatakan pelaksanaan pelatihan merupakan hasil kolaborasi BPDP dan BBPMKP dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan di Indonesia.
“Tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP kembali mempercayakan BBPMKP untuk menyelenggarakan program peningkatan kompetensi SDM perkebunan,” ujar Renata saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama enam hari, mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2026 dengan total peserta sebanyak 119 orang yang terbagi ke dalam empat angkatan.
“Dua angkatan berasal dari Kabupaten Sarolangun dengan total 60 peserta, sedangkan dua angkatan lainnya berasal dari Kabupaten Tebo dengan total 59 peserta. Satu peserta asal Kabupaten Tebo yang sebelumnya terdaftar tidak dapat mengikuti pelatihan karena meninggal dunia,” jelasnya.
Menurut Renata, pelatihan dirancang untuk membangun kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kelembagaan pekebun, meningkatkan kemampuan membangun kemitraan usaha, serta memperluas jejaring kerja sama.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para pekebun memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membangun organisasi kelompok, menjalin kemitraan usaha, serta saling mendukung untuk mengembangkan usaha perkebunan di daerah masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, materi pelatihan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 yang mencakup peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, membangun jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, hingga overview dan integrasi.
Seluruh materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dan fasilitator, di antaranya praktisi Dr. Ir. Bambang Budhianto, serta perwakilan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tebo, serta BBPMKP Ciawi.
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) melalui ceramah, diskusi, simulasi, permainan, mini outbound dan praktik agar peserta dapat memahami materi secara lebih efektif sekaligus mampu menerapkannya dalam aktivitas kelompok tani.
Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi, S.Sos., M.M, mengapresiasi BPDP yang kembali mempercayakan BBPMKP sebagai penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan.
Ia mengatakan, tahun 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan di berbagai daerah.
“Pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan perkebunan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat kelembagaan, serta mampu mengembangkan usaha perkebunan yang lebih profesional, mandiri, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Sukim.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perkebunan Provinsi Jambi serta Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Kabupaten Tebo yang telah mendukung proses seleksi hingga pengiriman peserta sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Sukim, sektor perkebunan merupakan salah satu pilar penting pembangunan pertanian nasional karena berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan pengembangan wilayah.
Meski demikian, sektor perkebunan juga dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya persaingan usaha.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi investasi yang sangat penting untuk memperkuat daya saing perkebunan Indonesia.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit.
Sukim berharap seluruh peserta Angkatan IV dapat memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, memperluas jejaring kerja sama, sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok pekebun di Kabupaten Tebo.
“Setelah kembali ke daerah, kami berharap Bapak dan Ibu menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan dan praktik-praktik terbaik kepada pekebun lainnya, sehingga manfaat pelatihan ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sukim secara resmi membuka Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan IV dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mampu menghadirkan SDM perkebunan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global. (ZAR)








Discussion about this post