Saturday, October 24, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

8 Bandara Ditutup, 467 Penerbangan Terdampak, Ivan Wirata: Saatnya Jambi Disiapkan Jadi Gerbang Alternatif

by Redaksi
07/09/2026
in NASIONAL
0
Waka I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata. FOTO: UCUP

Waka I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata. FOTO: UCUP

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi pengingat serius bahwa sistem transportasi Jawa–Sumatera tidak boleh bergantung pada satu jalur utama. Ketika satu moda terganggu, pemerintah harus memastikan konektivitas tetap berjalan melalui skenario transportasi multimoda yang terintegrasi.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai situasi erupsi harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan transportasi nasional, bukan sekadar respons sementara terhadap bencana.

Bacajuga

Ombudsman RI Soroti Layanan Tanah, Bencana dan Pelayaran: Pengawasan Harus Diperketat

Karhutla Jambi Tak Kunjung Tuntas, 4.852 Hektare Terbakar & 7.291 Kasus ISPA

Pigai: Suku Anak Dalam Berhak atas Pendidikan, Kesehatan, dan Pengakuan Negara

Keadilan Jangan Hanya Milik Orang Berduit, Ini Penegasan Menteri HAM Pigai

118 Pekebun dari Tiga Kabupaten di Jambi Belajar Cara Panen Sawit yang Benar

Mahasiswa Beri Waktu 5 Hari: Jambi Bebas Asap atau Gubernur Mundur!!

Berdasarkan data dalam infografik kebijakan per 6 September 2026, episode erupsi berlangsung sekitar 25 jam secara menerus. Dampaknya cukup signifikan: delapan bandar udara ditutup sementara, sebanyak 467 penerbangan terdampak yang terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik, serta sekitar 150 ribu penumpang tertahan. Di sisi lain, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni masih beroperasi, namun dengan pengawasan ketat terhadap kondisi abu vulkanik, jarak pandang, angin, gelombang, dan keselamatan pelayaran.

“Keselamatan harus menjadi prinsip utama. Tetapi ketika satu moda berhenti, konektivitas tidak boleh ikut berhenti. Sistem transportasi nasional harus memiliki kemampuan untuk mengalihkan beban secara cepat dan terencana ke moda lainnya,” kata Ivan Wirata, Senin (7/9/26).

Jangan Sampai Gangguan Satu Moda Menjadi Krisis Sistemik

Menurut Ivan, persoalan terbesar bukan hanya pada penutupan bandara atau terganggunya penerbangan. Gangguan tersebut berpotensi memindahkan beban penumpang dan barang ke jalan raya, terminal, pelabuhan, hingga kapal penyeberangan. Jika pengalihan tidak dikendalikan sejak titik asal, kata dia, antrean dan penumpukan dapat terjadi secara berantai.

“Gangguan satu moda bisa memindahkan beban ke moda lain. Kalau tidak dikendalikan dari awal, penumpukan terjadi di simpul-simpul transportasi dan akhirnya berubah menjadi risiko nasional,” ujarnya.

Karena itu, MTI Jambi mendorong penerapan lima langkah sistem kontinjensi multimoda, yakni pantau, lindungi, alihkan, prioritaskan, dan pulihkan. Pertama, pemantauan 24 jam terhadap aktivitas vulkanik, abu, cuaca, kondisi laut, serta informasi penerbangan seperti SIGMET dan NOTAM, dengan melibatkan PVMBG, BMKG dan AirNav Indonesia.

Kedua, perlindungan keselamatan dengan menetapkan ambang yang jelas mengenai kapan transportasi dapat dibuka, dibatasi, maupun dihentikan.
Ketiga, pengalihan moda secara terencana, termasuk skenario dari udara menuju jalan dan laut. Pengalihan, menurut Ivan, harus dilakukan sejak titik asal sehingga tidak seluruh penumpang bergerak secara bersamaan menuju satu simpul transportasi.

Keempat, prioritasisasi angkutan strategis, terutama pangan, energi, obat-obatan, bahan baku industri dan kebutuhan logistik penting.
Kelima, pemulihan bertahap, dengan pembukaan kembali layanan berdasarkan verifikasi keselamatan, pemeriksaan sarana dan prasarana, serta target waktu pemulihan yang terukur.

Empat Tingkat Respons

Ivan juga menilai diperlukan sistem respons operasional yang sederhana tetapi tegas agar seluruh pemangku kepentingan memiliki standar tindakan yang sama. Hijau atau Normal, berarti transportasi tetap beroperasi dengan pemantauan dan kesiapsiagaan.

Kuning atau Siaga, berarti terjadi peningkatan ancaman sehingga pembatasan operasional dan persiapan moda alternatif harus mulai dilakukan.
Merah atau Darurat, berarti moda yang terdampak harus ditutup atau dibatasi dan perjalanan dialihkan dengan skenario yang telah disiapkan. Sementara Biru atau Pemulihan, diberlakukan ketika kondisi mulai aman melalui pembukaan bertahap, verifikasi sarana, serta percepatan normalisasi pelayanan.

“Kita tidak boleh menunggu situasi benar-benar kacau baru bergerak. Ketika indikator sudah menunjukkan peningkatan risiko, sistem alternatif harus sudah siap,” tegas Ivan.

Satu Komando, Satu Data, Satu Informasi

Untuk menjalankan sistem tersebut, Ivan menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga. Mulai dari Kementerian Perhubungan, PVMBG, BMKG, BNPB, AirNav Indonesia, ASDP, Pelindo, KSOP, BPTD, operator transportasi hingga pemerintah daerah harus berada dalam satu mekanisme koordinasi. Konsep yang diperlukan, menurutnya, adalah satu komando, satu data dan satu informasi publik.

Dengan demikian, keputusan terkait penutupan, pengalihan, kapasitas angkutan, kondisi pelabuhan maupun pembukaan kembali dapat disampaikan secara cepat dan seragam kepada masyarakat.

Jambi Bisa Menjadi Multiple Gateway

Lebih jauh, Ivan melihat kondisi ini sebagai alasan semakin kuat bagi Indonesia untuk tidak terlalu bergantung pada satu gerbang transportasi utama.
Merak–Bakauheni tetap menjadi jalur strategis, tetapi ketergantungan yang terlalu besar terhadap satu kawasan menghadirkan kerentanan ketika terjadi gangguan yang bersumber dari kawasan Selat Sunda.

Karena itu, konsep multiple gateway perlu dikembangkan dengan membangun dan mengoptimalkan sejumlah jalur alternatif yang memiliki karakter geografis berbeda. Dalam konteks tersebut, Jambi dinilai memiliki peluang strategis sebagai gerbang alternatif logistik Jawa–Sumatera bagian tengah. Salah satu gagasan yang perlu dikaji adalah koridor laut Marunda–Kuala Jambi, termasuk melalui studi dan pilot project, untuk melihat kelayakannya sebagai jalur cadangan angkutan barang.

“Jambi bukan untuk menggantikan Merak–Bakauheni. Jambi harus diposisikan sebagai gerbang alternatif yang memperkuat sistem. Kalau satu jalur terganggu, kita punya pilihan lain. Itulah makna sebenarnya dari resiliensi transportasi,” jelas Ivan.

Menurut dia, pengembangan koridor tersebut berpotensi memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi beban Selat Sunda, menghubungkan pusat produksi dengan pasar dan pelabuhan, serta menciptakan redundansi atau cadangan jalur logistik nasional. Dengan posisi tersebut, Jambi dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun konektivitas logistik nasional, khususnya untuk wilayah Sumatera bagian tengah.

Bukan Sekadar Infrastruktur, tetapi Sistem yang Tangguh

Ivan menegaskan bahwa ketahanan transportasi tidak cukup hanya dengan membangun jalan, pelabuhan atau bandara. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh infrastruktur tersebut terhubung dalam sebuah sistem yang mampu bekerja ketika terjadi gangguan.

“Resiliensi transportasi bukan sekadar memiliki infrastruktur yang kuat. Yang kita butuhkan adalah sistem yang mampu mengantisipasi, beradaptasi, menjaga konektivitas minimum dan kemudian pulih secepat mungkin ketika krisis terjadi,” katanya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau, lanjutnya, harus dijadikan early warning bagi pemerintah untuk membangun sistem transportasi nasional yang tidak mudah lumpuh akibat gangguan pada satu titik.

“Jangan tunggu krisis baru menyiapkan jalur alternatif. Saat kondisi normal justru harus kita siapkan, kita uji, dan kita pastikan benar-benar bisa digunakan ketika keadaan darurat datang,” pungkas Ivan. (OYI)

Previous Post

Satu Pintu Tak Cukup, Ketua MTI Jambi Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Kedua Jawa–Sumatera

Next Post

GENTALA ARASI FEST 2026, BI Jambi Dorong Transformasi Digital Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Next Post
Oplus_16908288

GENTALA ARASI FEST 2026, BI Jambi Dorong Transformasi Digital Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Oplus_16908288

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Dari Kumpeh ke Seberang, Rocky Candra Bergerak Cepat Salurkan Air Bersih untuk Warga Tahtul Yaman. FOTO: IST

Tak Kenal Jeda, Rocky Candra Sambangi Wilayah Terdampak Kekeringan, Tahtul Yaman Jadi Titik Berikutnya

DPRD Batang Hari Bahas Tiga Ranperda, Rahmad Hasrofi Tekankan Regulasi Berpihak pada Masyarakat

Penulisan SK Pengurus MTI Jambi Terbit, Ivan Wirata Tegaskan: Bukan Saatnya Seremoni, Sekarang Waktunya Bekerja. FOTO: UCUP

Tak Mau Jadi Organisasi Seremonial, Ivan Wirata Pacu MTI Jambi Berbasis Data dan Kajian

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK