Jambiday.com, JAMBI – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bungo kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menemukan sejumlah titik kerusakan parah saat turun langsung meninjau ruas jalan Sungai Mengkuang Kecamatan Rimbo Tengah menuju Bandara Muara Bungo pada Senin (04/05/26).
Berdasarkan data yang dihimpun pada paket pekerjaan di wilayah Kabupaten Bungo, beberapa ruas jalan strategis seperti Ma. Bungo–Peninjauan–Junction sepanjang 44,360 km, Peninjauan–Lubuk Mengkuang hingga batas Sumatera Barat sepanjang 25,350 km, serta jalan lingkar Muara Bungo sepanjang 21,550 km menjadi bagian penting konektivitas daerah. Bahkan, total panjang penanganan di wilayah ini mencapai 138,830 km.


Namun di lapangan, kondisi tidak sepenuhnya sejalan dengan data tersebut. Ivan Wirata menyebut, ruas jalan sepanjang kurang lebih 21 kilometer dari jalan lintas hingga pintu masuk Bandara Muara Bungo hanya memiliki tingkat kemantapan sekitar 68 persen.
“Ini sangat ironis. Jalan menuju bandara yang seharusnya menjadi wajah daerah justru banyak mengalami kerusakan. Kita temukan lubang besar dan kerusakan struktural di beberapa titik,” ujar Ivan.
Ia menilai kerusakan tersebut tidak lepas dari maraknya aktivitas truk bertonase besar yang melebihi kapasitas, atau yang dikenal dengan istilah over dimension over load (ODOL). Saat peninjauan dilakukan, puluhan truk terlihat melintas secara bergantian, mulai dari truk pengangkut CPO, sawit, hingga batu bara.

“Ini nyata di depan mata. Dalam waktu singkat saja kita lihat puluhan truk ODOL melintas. Ini jelas mempercepat kerusakan dan menghabisi umur jalan,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ivan didampingi oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi, Iwan Rahmadi. Ia turut mengamini bahwa tekanan kendaraan berat menjadi faktor dominan kerusakan jalan di wilayah tersebut.
“Beban kendaraan memang jauh di atas kapasitas desain jalan. Ini menjadi tantangan besar dalam mempertahankan kondisi jalan tetap mantap,” ujar Iwan Rahmadi.
Di sisi lain, Ivan juga menyinggung kondisi fiskal Provinsi Jambi yang saat ini tengah tertekan akibat defisit anggaran dan kebijakan efisiensi. Dengan keterbatasan tersebut, ia menilai upaya perbaikan jalan tidak akan mudah dilakukan secara maksimal.
“Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, kita harus realistis. Perbaikan pasti ada, tapi untuk mencapai kemantapan 100 persen seperti visi misi gubernur, saya pesimis bisa tercapai dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ivan juga menyoroti pentingnya pengembangan Bandara Muara Bungo sebagai pintu pertumbuhan ekonomi baru. Ia mendorong adanya penambahan panjang runway agar bandara tersebut mampu didarati pesawat berbadan besar, seperti yang telah dilakukan di daerah tetangga, Lubuk Linggau.
“Kalau runway diperpanjang, bandara ini bisa lebih representatif. Dampaknya besar, mulai dari konektivitas hingga peningkatan PAD untuk Kabupaten Bungo,” katanya.
Menurutnya, pengembangan bandara harus diiringi dengan perbaikan akses jalan yang memadai. Tanpa dukungan infrastruktur jalan yang baik, potensi besar tersebut akan sulit dimaksimalkan.
“Kita tidak bisa bicara bandara maju, kalau akses jalannya rusak. Ini harus berjalan seiring,” pungkas Ivan.
Dengan kondisi yang ada, masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis, baik dalam pengendalian truk ODOL maupun percepatan perbaikan jalan, agar akses vital menuju Bandara Muara Bungo dapat kembali layak dan aman dilalui. (OYI)







Discussion about this post