Saturday, October 24, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Satu Pintu Tak Cukup, Ketua MTI Jambi Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Kedua Jawa–Sumatera

by Redaksi
06/09/2026
in NASIONAL
0
Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Alternatif Jawa–Sumatera. FOTO: IST

Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Alternatif Jawa–Sumatera. FOTO: IST

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI – Ancaman aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level III atau Siaga dinilai harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan konektivitas Jawa–Sumatera.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jambi yang juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menunggu terjadinya krisis terlebih dahulu untuk menyiapkan jalur transportasi alternatif.

Bacajuga

Ombudsman RI Soroti Layanan Tanah, Bencana dan Pelayaran: Pengawasan Harus Diperketat

Karhutla Jambi Tak Kunjung Tuntas, 4.852 Hektare Terbakar & 7.291 Kasus ISPA

Pigai: Suku Anak Dalam Berhak atas Pendidikan, Kesehatan, dan Pengakuan Negara

Keadilan Jangan Hanya Milik Orang Berduit, Ini Penegasan Menteri HAM Pigai

118 Pekebun dari Tiga Kabupaten di Jambi Belajar Cara Panen Sawit yang Benar

Mahasiswa Beri Waktu 5 Hari: Jambi Bebas Asap atau Gubernur Mundur!!

Ivan menyatakan sependapat dengan pandangan Wakil Ketua Umum Bidang Ekosistem Transportasi Jalan MTI, Dr. Benny Nurdin Yusuf, yang sebelumnya menyoroti kerentanan konektivitas Jawa–Sumatera akibat tingginya ketergantungan terhadap lintasan Merak–Bakauheni.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga harus menjadi peringatan untuk memperkuat ketahanan sistem transportasi nasional. Ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan momentum melakukan mitigasi sebelum terjadi gangguan yang lebih besar,” tegas Ivan, Minggu (6/9/26).

Menurutnya, saat ini penyeberangan Merak–Bakauheni memang masih beroperasi. Namun, kondisi normal tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai ketahanan sistem transportasi nasional. Justru, kata Ivan, ketahanan sebuah sistem harus diuji dari kemampuannya tetap berfungsi ketika jalur utama mengalami gangguan.

Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Alternatif Jawa–Sumatera. FOTO: IST

“Ketahanan sesungguhnya terlihat dari kemampuan sistem tetap bekerja ketika jalur utamanya terganggu. Alternatif yang masih berada dalam satu kawasan risiko Selat Sunda belum sepenuhnya menjadi cadangan yang tangguh,” ujarnya.

Merak–Bakauheni Tetap Tulang Punggung

Ivan menegaskan, gagasan membangun gerbang alternatif bukan berarti mengurangi peran Merak–Bakauheni.
Lintasan tersebut tetap harus dipertahankan dan diperkuat sebagai tulang punggung konektivitas Jawa–Sumatera. Namun, Indonesia juga membutuhkan tulang punggung kedua yang berada di luar kawasan risiko yang sama.

Dalam konteks tersebut, Ivan mendorong agar koridor laut Jakarta–Jambi atau Marunda–pesisir Jambi dikaji secara serius sebagai bagian dari konsep multiple gateway Jawa–Sumatera.
Gagasan ini, menurutnya, bukan sekadar membangun pelabuhan baru. Lebih jauh, konsep tersebut merupakan upaya menata kembali arsitektur transportasi dan logistik nasional agar tidak terlalu bergantung pada satu pintu.

“Jambi tidak sedang meminta proyek semata. Jambi menawarkan solusi untuk menjaga konektivitas nasional, mengurangi ketergantungan pada satu pintu, menekan beban jalan dan ODOL, serta memperkuat ketahanan logistik nasional,” jelasnya.

Dua Langkah Harus Berjalan Bersamaan

Ivan menilai pemerintah harus mengambil dua langkah secara bersamaan. Pertama, segera menyiapkan protokol kontinjensi Merak–Bakauheni yang jelas dan terukur. Protokol tersebut harus mencakup batas operasional berdasarkan rekomendasi PVMBG, BMKG dan otoritas pelayaran, jalur komando, skema pengalihan kendaraan, lokasi penampungan, sistem informasi bagi pengguna jasa, hingga mekanisme perlindungan distribusi pangan dan logistik.

“Jangan sampai ketika pelabuhan ditutup, persoalan justru berpindah menjadi kemacetan panjang di jalan raya. Kita harus punya skenario sebelum kondisi darurat terjadi,” katanya.

Langkah kedua, pemerintah diminta segera memulai studi kelayakan koridor Jakarta–Jambi.bKajian tersebut harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari survei asal-tujuan barang dan kendaraan, kedalaman alur, keselamatan pelayaran, kebutuhan kapal, waktu tempuh, tarif, potensi muatan, kesiapan jaringan jalan penghubung, dampak lingkungan, hingga kelayakan ekonomi dan investasi.

Ivan juga menekankan agar penentuan lokasi gerbang baru tidak dilakukan berdasarkan kepentingan administratif.
Sejumlah kawasan seperti Ujung Jabung, Muara Sabak, Kuala Jambi maupun Nipah Panjang dapat dikaji, tetapi keputusan akhirnya harus berdasarkan data dan kajian teknis.

“Penentuan lokasi harus berdasarkan kajian, bukan kepentingan administratif. Kita harus mencari lokasi yang paling layak secara teknis, ekonomi, keselamatan, lingkungan dan konektivitas,” tegasnya.

Jambi Bisa Menjadi Central Sumatera Gateway

Sebagai Ketua MTI Wilayah Jambi, Ivan mendorong Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kementerian Perhubungan, Bappenas, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, pelaku usaha dan MTI untuk mulai menyusun position paper dan peta jalan Central Sumatera Gateway. Menurutnya, posisi geografis Jambi yang berada di bagian tengah Pulau Sumatera memberikan peluang besar untuk dikembangkan sebagai simpul distribusi baru.

Jika konektivitas laut Jakarta–Jambi terwujud, sebagian pergerakan barang dan kendaraan dapat dialihkan dari perjalanan darat jarak jauh ke jalur laut. Setelah tiba di Jambi, distribusi dapat diteruskan melalui jaringan Lintas Timur, Lintas Tengah maupun Lintas Barat Sumatera. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan transportasi. Ivan melihat peluang terbentuknya pusat distribusi, pergudangan, kawasan industri, cold storage, UMKM, hingga lapangan kerja baru di Jambi.

“Jambi tidak hanya menawarkan pelabuhan baru, tetapi solusi nasional melalui multiple gateway, koridor laut dan sistem transportasi yang lebih tangguh, efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Jangan Menunggu Pintu Utama Tertutup

Ivan kembali mengingatkan bahwa pembangunan sistem transportasi yang tangguh harus dilakukan sebelum krisis terjadi. Menurutnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa risiko dapat muncul sewaktu-waktu. Karena itu, kebijakan transportasi nasional tidak boleh hanya berorientasi pada kapasitas saat kondisi normal, tetapi juga harus memperhitungkan resiliensi ketika terjadi gangguan.

“Jangan menunggu Merak–Bakauheni benar-benar terganggu baru kita mencari alternatif. Keselamatan adalah prioritas, kesiapsiagaan adalah kewajiban, dan Jambi harus mulai dipersiapkan sebagai salah satu gerbang strategis Jawa–Sumatera,” pungkas Ivan.

Dengan konsep multiple gateway, kata dia, Indonesia tidak hanya membangun jalur alternatif, tetapi sedang membangun sistem transportasi yang tidak mudah lumpuh hanya karena satu pintu mengalami gangguan. (OYI)

Previous Post

Gunung Anak Krakatau Siaga, Benny Nurdin Yusuf: Jangan Tunggu Merak–Bakauheni Lumpuh, Jambi Harus Jadi Gerbang Alternatif

Next Post

8 Bandara Ditutup, 467 Penerbangan Terdampak, Ivan Wirata: Saatnya Jambi Disiapkan Jadi Gerbang Alternatif

Next Post
Waka I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata. FOTO: UCUP

8 Bandara Ditutup, 467 Penerbangan Terdampak, Ivan Wirata: Saatnya Jambi Disiapkan Jadi Gerbang Alternatif

Oplus_16908288

GENTALA ARASI FEST 2026, BI Jambi Dorong Transformasi Digital Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Oplus_16908288

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Dari Kumpeh ke Seberang, Rocky Candra Bergerak Cepat Salurkan Air Bersih untuk Warga Tahtul Yaman. FOTO: IST

Tak Kenal Jeda, Rocky Candra Sambangi Wilayah Terdampak Kekeringan, Tahtul Yaman Jadi Titik Berikutnya

DPRD Batang Hari Bahas Tiga Ranperda, Rahmad Hasrofi Tekankan Regulasi Berpihak pada Masyarakat

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK