Jambiday.com, JAMBI — Di tengah kualitas udara yang kembali menjadi perhatian akibat kabut asap dan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kepedulian sederhana ditunjukkan jajaran Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi.
Bukan dengan seremoni besar. Bukan pula dengan panggung dan pidato panjang. Para petugas turun langsung ke jalan, menyapa pengendara dan membagikan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Dalam sebuah momen yang terekam kamera, Kabid Bina Marga Provinsi Jambi, Iwan Rahmadi terlihat menghampiri pengendara sepeda motor dan menyerahkan masker. Gestur sederhana itu memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak selalu berbentuk pembangunan fisik, tetapi juga hadir dalam perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi, Iwan Rahmadi, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran Bina Marga kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas di ruang terbuka.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa menghadapi kondisi ini sendirian. Masker yang kami bagikan mungkin sederhana, tetapi di dalamnya ada kepedulian dan perhatian kami kepada masyarakat,” ujar Iwan, via WhatsApp, Senin (14/9/26).
Menurutnya, para pekerja dan petugas di lapangan juga bersentuhan langsung dengan kondisi jalan serta lingkungan setiap hari. Karena itu, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari pengabdian.
Iwan menegaskan, menghadapi persoalan kabut asap maupun dampak karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab, tetapi masyarakat juga perlu menjaga diri dan lingkungan.

“Yang terpenting adalah kita saling menjaga. Pemerintah berupaya melakukan penanganan sesuai kewenangan, sementara masyarakat juga harus menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kondisi lingkungan,” katanya.
Ia berharap pembagian masker tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi pesan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan perlindungan.
Sebab, di tengah persoalan besar seperti karhutla dan kabut asap, terkadang kepedulian justru hadir melalui hal-hal kecil.
Satu masker mungkin tidak mampu menghilangkan asap. Namun, satu masker bisa menjadi tanda bahwa masih ada tangan yang peduli, ada pemerintah yang hadir, dan ada pesan sederhana: kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian. (OYI)








Discussion about this post