Jambiday.com, JAMBI — Di tengah kecemasan keluarga yang menanti kabar, doa menjadi salah satu bentuk kekuatan yang dapat diberikan. Bukan sekadar rangkaian kata, tetapi ungkapan kepedulian dan harapan agar mereka yang sedang dalam pencarian segera kembali ke pelukan orang-orang tercinta.
Rasa kemanusiaan itu pula yang mendorong jajaran Pemasyarakatan Jambi menggelar doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik dalam meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Jumat (11/9).
Dalam suasana penuh khidmat, jajaran Pemasyarakatan Jambi memanjatkan doa agar seluruh jurnalis dan awak kapal tersebut segera ditemukan. Harapan yang disampaikan sederhana, namun begitu berarti: mereka selamat, sehat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Di balik peristiwa tersebut, terdapat keluarga yang saat ini mungkin sedang menunggu dalam ketidakpastian. Setiap kabar menjadi harapan, sementara setiap waktu yang berlalu menjadi ujian kesabaran.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, mengatakan doa bersama tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap para jurnalis serta awak kapal yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, insan pers selama ini merupakan mitra strategis Pemasyarakatan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dalam mengawal keterbukaan informasi publik.
“Media merupakan mitra strategis Pemasyarakatan. Untuk itu, momentum ini menjadi wujud solidaritas, kepedulian, dan penghormatan kita kepada insan pers yang menjalankan tugas di lapangan. Mari bersama-sama kita panjatkan doa agar seluruh jurnalis dan awak kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Irwan.
Bagi Irwan, kepedulian terhadap musibah tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Ketika kemampuan untuk membantu secara langsung terbatas, doa menjadi bentuk dukungan moril yang dapat diberikan kepada mereka yang sedang berjuang dan keluarga yang tengah menunggu.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Pemasyarakatan di wilayah Jambi untuk turut mendoakan keselamatan para jurnalis dan awak kapal tersebut.
Ajakan itu kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan doa bersama di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jambi. Dari berbagai tempat, doa yang sama dipanjatkan untuk satu harapan: semoga pencarian segera membuahkan kabar baik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas profesi, tempat maupun status. Ketika sebuah musibah terjadi, rasa kehilangan dan kecemasan adalah sesuatu yang dapat dirasakan oleh siapa pun. Kini, keluarga, rekan kerja, serta berbagai pihak masih menanti. Di tengah proses pencarian, doa terus mengiringi setiap langkah tim yang berupaya menemukan mereka.
Semoga delapan orang yang tengah dinantikan itu segera ditemukan. Semoga mereka kembali dalam keadaan selamat. Dan semoga keluarga yang saat ini menunggu dalam kecemasan segera mendapatkan kabar yang selama ini mereka harapkan: kepulangan orang-orang tercinta. (OYI)








Discussion about this post