Jambiday.com, MUARA SABAK- Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, menandai sebuah capaian penting dalam proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Melalui program pembinaan kerohanian yang konsisten, para warga binaan berhasil menuntaskan bacaan Al-Qur’an dan mengabadikannya dalam sebuah acara khataman yang sarat makna, Selasa (20/01/2026).

Momen penuh hikmah tersebut dikemas secara khusus oleh pihak Lapas sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam menumbuhkan kesadaran spiritual dan memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Lapas dalam membina kepribadian warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan nilai moral yang lebih baik.
Acara khataman Al-Qur’an dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Askari, sebagai wujud dukungan nyata pimpinan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan Lapas. Kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi warga binaan untuk terus istiqamah dalam memperdalam ajaran agama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Yudishtira, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Danang Purbowo, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Dedi Antoni, beserta jajaran pegawai Lapas Narkotika Muara Sabak.
Sepanjang rangkaian acara, warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi khataman, hingga doa bersama. Kegiatan ini menjadi simbol perubahan diri, refleksi batin, serta komitmen warga binaan untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat iman sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Salah satu warga binaan berinisial YD mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, khataman Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa sekaligus dorongan kuat untuk terus berbenah diri.
“Khataman Al-Qur’an ini menjadi momen yang sangat berarti bagi kami. Selain menambah ketenangan hati, kegiatan ini memotivasi kami untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujar YD.
Sementara itu, Kalapas Askari menegaskan bahwa khataman Al-Qur’an bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bagian penting dari pembinaan kepribadian warga binaan di dalam lapas.
“Kami berharap nilai-nilai yang dipelajari dari Al-Qur’an dapat menjadi pedoman hidup bagi warga binaan, baik selama berada di dalam lapas maupun ketika mereka kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat. Suasana haru dan penuh harapan mengiringi akhir acara, dengan doa agar warga binaan senantiasa diberi keteguhan iman serta mampu menjalani masa depan yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. (OYI)








Discussion about this post