Jambiday.com, JAKARTA- Kondisi kelebihan kapasitas warga binaan di hampir seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Jambi kembali menjadi sorotan serius. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Senator RI Daerah Pemilihan Jambi, Muhammad Sum Indra, dengan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim.
Dalam forum tersebut, Sum Indra menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi Lapas di Jambi bukan hanya soal kelebihan kapasitas (overcrowding), tetapi juga berdampak langsung pada kekurangan tenaga kesehatan serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pembinaan warga binaan.
Ia memaparkan, kondisi overcrowding terjadi hampir merata, seperti di Lapas Kelas IIA Jambi, Lapas Muaro Jambi, hingga Lapas Tanjung Jabung Timur. Bahkan, Lapas Kelas IIA Jambi yang seharusnya berkapasitas sekitar 400 orang, saat ini dihuni sebanyak 1.556 warga binaan.
“Sebagai contoh di Lapas Kelas II A Jambi, kapasitas idealnya 400 orang, namun kini terisi lebih dari 1.500 warga binaan. Alhamdulillah, sudah ada solusi jangka menengah. Pada pertengahan 2026, Lapas ini direncanakan direlokasi ke Lapas baru di Muaro Jambi, tepatnya di kawasan Sengeti, dengan kapasitas mencapai 2.500 orang,” jelas Anggota DPD RI ini.
Meski demikian, ia juga menyampaikan usulan tambahan agar Lapas lama yang berada di Kota Jambi tidak dibiarkan terbengkalai. Menurutnya, bangunan tersebut masih sangat layak dimanfaatkan dan dapat dialihfungsikan menjadi Rumah Tahanan Negara (Rutan).
“Dengan menjadikannya Rutan, beban Lapas baru bisa lebih terdistribusi, sekaligus memaksimalkan aset negara yang sudah ada,” tambahnya.
Selain masalah daya tampung, Sum Indra juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga kesehatan (Nakes). Ia menyebutkan bahwa sejumlah Lapas di Jambi, seperti Lapas Kelas IIA Jambi, LPKA Bulian, dan Lapas Kelas IIB Muara Sabak, masih kekurangan dokter umum, dokter gigi, hingga psikolog. Bahkan, saat ini hanya terdapat satu psikolog yang melayani seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Provinsi Jambi.
“Kami mengusulkan adanya penambahan formasi tenaga kesehatan. Aspek pembinaan mental dan kesehatan fisik warga binaan harus tetap terjaga secara optimal,” tegasnya.
Tak hanya itu, persoalan sarana pengamanan juga menjadi perhatian. Sum Indra mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam Lapas Kelas IIA Jambi adalah rusaknya alat detektor atau mesin X-ray. Ia meminta agar peralatan tersebut segera diganti atau diremajakan.

Di akhir pemaparannya, Sum Indra turut menyampaikan aspirasi para petugas Lapas terkait sejumlah pegawai yang telah mengikuti pelatihan, namun hingga kini sertifikatnya belum juga terbit. Kondisi ini dinilai dapat menghambat hak administratif pegawai, terutama jika dalam waktu dekat terdapat pembukaan atau penyesuaian jabatan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wamen Imipas Silmy Karim menyatakan bahwa seluruh catatan dan saran dari Senator RI Dapil Jambi akan ditindaklanjuti. Ia memastikan bahwa ke depan, sistem pemasyarakatan di Jambi akan semakin dibenahi.
“Untuk Jambi ke depan, kami ingin lebih mantap lagi. Pak Sum Indra ini sahabat saya, kawan sekelas SMP. Usulan agar Lapas Kelas IIA Jambi yang lama dijadikan Rutan akan kami tindaklanjuti. Penambahan tenaga kesehatan juga menjadi fokus kami, begitu pula dengan peremajaan peralatan keamanan,” ujar Silmy Karim.
Ia juga mengakui bahwa modus penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas bisa melalui berbagai celah, baik dari depan, belakang, hingga melalui pihak-pihak tertentu. Namun demikian, pihaknya tengah melakukan pembenahan sistem pengawasan secara menyeluruh.
“Dalam waktu tidak terlalu lama, kami optimistis permasalahan narkoba dan keluhan lainnya di Lapas bisa ditekan. Soal overcrowding memang masalah klasik, tetapi kami sudah memiliki perencanaan agar persoalan ini dapat dikurangi secara bertahap,” katanya.
Terkait sertifikat pelatihan pegawai, Silmy Karim berjanji akan melakukan pengecekan langsung agar hak-hak administratif petugas dapat segera dipenuhi.
“Semua catatan dan saran kami terima, dan akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (OYI)








Discussion about this post