Jambiday com, JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak terus membuktikan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya dilakukan di balik tembok penjara, tetapi juga melalui program-program produktif yang memberikan manfaat nyata. Salah satunya melalui program ketahanan pangan yang memanfaatkan lahan tidur menjadi kawasan pertanian dan peternakan yang produktif.
Program tersebut kini telah menghasilkan panen jagung hibrida unggul, panen sayuran seperti timun, serta pengelolaan ratusan ekor ayam kampung yang seluruhnya melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, mengatakan program ketahanan pangan merupakan implementasi nyata arahan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi agar setiap Unit Pelaksana Teknis mampu menjadi lembaga yang mandiri, produktif, sekaligus berkontribusi terhadap agenda ketahanan pangan nasional.
“Program pertanian produktif ini bukan hanya menghasilkan panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Askari, Rabu malam (29/7/2026), usai menerima penghargaan sebagai UPT Terbaik Bidang Ketahanan Pangan.
Jagung yang dibudidayakan merupakan varietas hibrida unggul dengan produktivitas tinggi dan kualitas biji yang baik. Seluruh proses budidaya dikerjakan langsung oleh warga binaan, mulai dari pengolahan lahan, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama hingga masa panen.


Setelah memasuki usia panen, jagung dipetik ketika kelobot mulai mengering dan biji telah mengkilap, keras, serta memiliki kadar air yang sesuai. Sebagian hasil panen dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, sedangkan sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam kampung di lingkungan Lapas sehingga mampu menekan biaya operasional.
Menurut Askari, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari nilai ekonominya, tetapi juga dari perubahan sikap dan mental warga binaan.
“Selain menghasilkan nilai ekonomi, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan keterampilan sekaligus membantu menurunkan tingkat stres warga binaan. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, disiplin, dan melihat hasil nyata dari kerja keras mereka,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Lapas Narkotika Muara Sabak meraih penghargaan sebagai Unit Pelaksana Teknis terbaik dalam bidang ketahanan pangan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jambi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi, inovasi, serta semangat pengabdian seluruh jajaran Pemasyarakatan.
“Malam ini memiliki makna yang sangat istimewa. Kita memberikan penghormatan kepada insan Pemasyarakatan yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi, sekaligus memberikan apresiasi kepada UPT dan seluruh jajaran yang menunjukkan kinerja terbaik di berbagai bidang,” katanya.
Irwan juga memberikan apresiasi khusus atas keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Narkotika Muara Sabak karena dinilai mampu menghadirkan manfaat ganda, yakni mendukung kebutuhan internal sekaligus membangun keterampilan dan kemandirian warga binaan.
“Saya mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan yang tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga membangun kemandirian serta keterampilan warga binaan,” ujarnya.
Lebih jauh, Irwan menegaskan bahwa esensi Pemasyarakatan bukan berhenti ketika seseorang selesai menjalani masa pidana. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, memiliki pekerjaan atau usaha, serta tidak mengulangi perbuatan melawan hukum.
“Itulah hakikat Pemasyarakatan, menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pembinaan yang nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Pemasyarakatan di Provinsi Jambi untuk terus bekerja dengan penuh integritas, meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
“Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat. Semoga penghargaan yang diberikan malam ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi UPT lainnya,” pungkas Irwan.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Narkotika Muara Sabak juga sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang produktif. Melalui pembinaan berbasis pertanian dan peternakan, Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempersiapkan warga binaan kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan bekal keterampilan dan harapan baru. (OYI)







Discussion about this post