Jambiday.com, MUARO JAMBI- Kehadiran Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi yang juga Sekretaris Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, dalam kegiatan reses anggota DPRD Muaro Jambi di Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi perhatian masyarakat. Dalam reses yang digelar oleh H. Asikin tersebut, berbagai persoalan krusial disampaikan warga secara langsung.
Salah satu isu utama yang mengemuka adalah bantuan bibit sawit. Warga mempertanyakan realisasi bantuan sekitar 30 ribu batang bibit sawit yang hingga kini belum juga turun. Menanggapi hal tersebut, Asikin menjelaskan bahwa proses bantuan harus melalui mekanisme pengajuan resmi.
“Untuk bibit sawit, harus diajukan melalui proposal dari kepala desa, lengkap dengan nama kelompok tani dan jumlah anggotanya. Nanti akan diproses dan diusulkan ke OPD terkait untuk tahun 2027,” jelas Asikin, Kamis (23/04/26)
Selain itu, persoalan layanan kesehatan melalui program JKN-KIS juga menjadi keluhan warga. Banyak masyarakat yang mengaku tidak lagi terdaftar sebagai peserta aktif. Menanggapi hal ini, Asikin menyebut adanya proses pemutakhiran data yang menyebabkan perubahan klasifikasi penerima.
“Ada pemutakhiran data, termasuk pengelompokan berdasarkan desil. Sekitar 90 ribuan peserta memang kehilangan KIS. Jika dalam kondisi mendesak, masyarakat bisa menggunakan SKTM untuk berobat,” terangnya.
Keluhan lain datang dari Ketua BPD Desa Pulau Mentaro, Ade Dharmawan, yang menyoroti pentingnya pembangunan jembatan. Menurutnya, akses penyeberangan menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam melangsir hasil kebun sawit.
“Kami sangat membutuhkan jembatan, karena saat ini masyarakat kesulitan menyebrang untuk mengangkut hasil sawit. Selain itu, kami juga berharap ada bantuan pembangunan jalan di depan Masjid Agung desa,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Asikin memastikan akan melakukan koordinasi dengan anggota DPRD Provinsi serta DPR RI dari Partai Golkar guna mendorong realisasi pembangunan jembatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menekan biaya angkut sawit agar tidak membebani petani, terutama saat harga sawit sedang tinggi.
“Jangan sampai harga sawit bagus, tapi biaya angkut tinggi. Nanti akan kita dorong masuk skala prioritas pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Ivan Wirata dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan yang merata, khususnya di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Muaro Jambi dan Batang Hari.
“Saya ingin pembangunan di Muaro Jambi dan Batang Hari ini merata. Semua wilayah harus mendapatkan perhatian, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ivan.
Ia juga secara terbuka menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah menghadapi tantangan.Menurut Ivan, kondisi APBD Provinsi Jambi saat ini masih mengalami tekanan defisit dengan kemampuan fiskal yang relatif rendah, sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas.
“Kondisi keuangan daerah kita memang belum ideal. APBD kita terbatas, bahkan mengalami defisit, sehingga semua program harus benar-benar diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Ivan menegaskan bahwa jalan yang sudah dibangun dengan anggaran negara harus dijaga bersama agar tidak cepat rusak.
“Kami juga minta masyarakat punya rasa memiliki terhadap jalan negara. Jalan yang sudah bagus ini akan cepat rusak kalau dilalui kendaraan yang melebihi tonase atau ODOL,” tegasnya.
Ia menambahkan, kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di daerah, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur.
“Kalau jalan cepat rusak, yang rugi kita semua. Biaya perbaikan besar, sementara kemampuan anggaran kita terbatas,” tambah Ivan.
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Pulau Mentaro untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus membuka ruang dialog antara warga dan para pemangku kebijakan guna mendorong percepatan pembangunan yang merata di wilayah Muaro Jambi dan sekitarnya. (OYI)








Discussion about this post