Jambiday.com, MUARO JAMBI- Suasana Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada Jumat (1/5/2026) tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah harapan dan keluhan yang selama ini terpendam, warga akhirnya mendapat ruang untuk menyampaikan keresahan mereka secara langsung kepada Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, dalam kunjungan kerja reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026.


Didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, serta sejumlah anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi Golkar, pertemuan itu berlangsung hangat namun sarat persoalan serius. Warga tidak lagi berbicara basa-basi, mereka langsung menyoroti persoalan yang setiap hari mereka rasakan.
Salah satu keluhan paling mencolok adalah kondisi lampu jalan yang banyak padam.
Jalanan gelap di beberapa titik bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga menimbulkan rasa takut. Warga mengaku khawatir meningkatnya potensi tindak kriminal, termasuk begal, serta munculnya lokasi pembuangan sampah liar yang memperburuk lingkungan.
Di sisi lain, tekanan ekonomi juga dirasakan melalui melonjaknya harga gas melon (LPG 3 Kg) di tingkat pengecer. Harga yang jauh di atas ketentuan membuat masyarakat kecil semakin terbebani. Mereka berharap adanya keseragaman harga seperti yang diterapkan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang dinilai lebih adil dan transparan. Menanggapi hal tersebut, Cek Endra tidak ingin persoalan berlarut. Ia secara tegas meminta pemerintah desa untuk lebih proaktif, terutama dalam menyikapi persoalan listrik dan penerangan jalan.

“Jangan menunggu. Pemerintah desa harus aktif berkomunikasi dengan PLN. Kalau ada kendala yang tidak selesai, sampaikan kepada kami. Kita dorong bersama hingga ke tingkat pusat,” ujarnya dengan nada serius.
Tak hanya itu, persoalan distribusi gas juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, akar masalah terletak pada lemahnya pengawasan dan regulasi di daerah. Ia pun mendorong pemerintah daerah segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur distribusi LPG secara lebih ketat.
“Kalau tidak ada aturan yang kuat, harga akan terus tidak terkendali. Kita butuh sistem yang menjamin distribusi tepat sasaran dan harga tetap stabil,” tegasnya.
Di tengah berbagai persoalan yang disampaikan, Cek Endra juga membawa kabar yang memberi harapan. Ia mengungkapkan adanya kuota bantuan pemasangan meteran listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Provinsi Jambi. Program ini diharapkan dapat membuka akses energi bagi warga yang selama ini belum mampu menikmati listrik secara layak. Ia pun meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan perangkat desa agar pendataan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Menutup rangkaian kegiatan, bantuan sembako diserahkan kepada warga sebagai bagian dari peringatan HUT ke-61 Partai Golkar. Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa kehadiran wakil rakyat tidak hanya sebatas menyerap aspirasi, tetapi juga memberi solusi nyata yang bisa langsung dirasakan.
Pertemuan ini menyisakan harapan baru bagi warga Sungai Gelam. Sinergi antara legislator di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten diyakini menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini membelenggu, terutama terkait keamanan lingkungan dan keadilan akses energi bagi masyarakat kecil. (OYI)







Discussion about this post