Jambiday.com, JAMBI – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyampaikan optimisme besar terhadap target raihan 22 medali emas Provinsi Jambi pada PON XXII tahun 2028 di NTB-NTT. Optimisme tersebut muncul setelah KONI Provinsi Jambi menyusun desain besar pembinaan olahraga berbasis sport science serta dukungan kolaborasi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurut Ivan Wirata yang juga Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jambi, evaluasi tiga pelaksanaan PON terakhir menunjukkan adanya peningkatan kualitas atlet Jambi meski jumlah emas masih stagnan di angka enam medali.
Pada PON Jawa Barat 2016, Jambi meraih 6 emas, 6 perak dan 21 perunggu. Kemudian di PON Papua 2021, Jambi kembali memperoleh 6 emas, namun meningkat menjadi 10 perak dan 13 perunggu.
Sementara pada PON Aceh-Sumut 2024, perolehan emas tetap enam, tetapi jumlah perak melonjak menjadi 18 dan perunggu 27 medali. Menurut Ivan, peningkatan medali perak dan perunggu menjadi modal besar untuk melakukan lompatan prestasi pada PON mendatang.
“Ini menjadi dasar bahwa atlet-atlet kita sebenarnya sudah sangat kompetitif. Tinggal bagaimana medali perak itu dikonversi menjadi emas melalui pembinaan yang lebih modern, penguatan fisik, mental dan sport science,” ujar Ivan, usai rapat koordinasi membahas usulan dan strategi Pelatda KONI Jambi 2026-2028 Rabu malam (6/05/26).
Berdasarkan pemetaan KONI Jambi, tambah politisi Golka ini, terdapat 12 cabang olahraga prioritas yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD). Cabang olahraga tersebut yakni dayung, angkat besi, billiard, wushu, petanque, senam, panahan, angkat berat, atletik, balap motor, menembak dan sepak takraw. Ivan menjelaskan, dayung dan angkat besi menjadi Cabor paling konsisten penyumbang medali emas. Sementara beberapa cabor lain seperti billiard dan panahan dinilai memiliki potensi besar untuk kembali bangkit menjadi lumbung emas Jambi.

Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Jambi menyiapkan kebutuhan investasi pembinaan olahraga sebesar Rp25,92 miliar selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Pada tahun 2026, anggaran sebesar Rp2,89 miliar difokuskan untuk fase fondasi melalui pelatda berjalan, tes fisik awal, pengukuran VO2Max, hingga seleksi atlet potensial usia 16 hingga 20 tahun.
Kemudian tahun 2027 memasuki fase kualifikasi dengan kebutuhan Rp9,53 miliar untuk training camp terpusat, character building, persiapan Pra-PON dan Porwil serta try out nasional.
Sedangkan tahun 2028 menjadi fase puncak prestasi dengan anggaran Rp13,5 miliar yang difokuskan untuk pelatda inap intensif, penguatan mental atlet, final try out hingga pemberangkatan kontingen PON XXII NTB-NTT.
Ivan Wirata menegaskan, seluruh program tersebut sejalan dengan semangat Perda Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha. Perda itu menjadi payung hukum bagi perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk sektor olahraga. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting karena pembinaan olahraga modern membutuhkan biaya besar dan berkelanjutan.
“Perda ini membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI dan perusahaan-perusahaan melalui program CSR atau tanggung jawab sosial lingkungan. Jadi perusahaan bukan hanya berkontribusi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga,” katanya.
Ivan juga memberikan apresiasi kepada Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, serta Ketua Dewan Penyantun KONI Jambi, Sudirman, yang dinilai berhasil melakukan gebrakan dengan menggandeng sejumlah perusahaan sektor migas seperti SKK Migas dan KKKS untuk mendukung pembinaan olahraga di Jambi. Ia menyebut langkah tersebut menjadi awal yang sangat positif dan diyakini akan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak perusahaan di berbagai sektor lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Ketua KONI dan Ketua Dewan Penyantun yang mulai membangun kolaborasi dengan dunia usaha. Saat ini memang baru seputaran Migas seperti SKK Migas dan KKKS, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan perusahaan lain juga ikut terlibat demi kemajuan olahraga Jambi,” ujarnya.
Ivan menilai kesejahteraan atlet menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan mental juara. Menurutnya, atlet yang mendapatkan perhatian, fasilitas dan jaminan kesejahteraan akan memiliki semangat lebih besar untuk mengharumkan nama daerah.
“Kalau atlet sejahtera, tentu keinginan mereka untuk menang juga semakin tinggi. Jadi sekarang bukan hanya latihan fisik, tetapi bagaimana menggabungkan sport science dengan motivasi dan kesejahteraan atlet agar olahraga Jambi benar-benar maju,” tutupnya.
Ivan meminta agar Pemprov Jambi memberikan apresiasi kepada perusahaan yang memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan olahraga Jambi. Seperti PetroChina International Jabung Ltd., Pertamina Hulu Rokan Zona 1 (termasuk EP Field Jambi), Repsol Southeast Jambi, Seleraya Merangin Dua, Jindi South Jambi Block, MontD’Or Oil Tungkal Ltd., dan Jadestone Energy (Lemang) Pte. Ltd. Yang tergabung dalam KKKS dan melakukan operasional di Provinsi Jambi dibawah pengawasan dari SKK miigas.
“Insya Allah kita sudah ada bapak asuhnya, jadi KONI ambil kesempatan ini dengan baik. Buat rencana kerja, rancangan biaya yang detail. Perorang atlet di Cabor masing-masing, jadi holistik. Mudah-mudahan dengan adanya perencanaan yang baik, motivasi yang tinggi dari atlet dan dukungan penuh dari legislatif dan eksekutif dunia olahraga di Jambi kembali ke zaman kejayaannya,” pungkas Ivan. (OYI)







Discussion about this post