Sunday, October 4, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Asap Karhutla Jambi Belum Usai, Pesawat Tertahan, Anak-Anak Kembali Belajar dari Rumah

by Redaksi
04/10/2026
in NASIONAL
0
Ratusan penumpang Jogja -jambi yang menunggu kabar kepastian keberangkatan. FOTO: OYI

Ratusan penumpang Jogja -jambi yang menunggu kabar kepastian keberangkatan. FOTO: OYI

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI — Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menunjukkan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Bukan hanya mengganggu kesehatan dan kegiatan belajar anak-anak, kualitas udara yang memburuk juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Seorang penumpang, Khotib Syarbini, mengeluhkan kondisi tersebut setelah penerbangan yang ditumpanginya dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penundaan akibat kondisi cuaca dan asap. Khotib mengaku harus menunggu kepastian keberangkatan bersama penumpang lainnya. Kondisi tersebut tentu tidak mudah, terlebih bagi penumpang yang memiliki agenda dan keperluan di Jambi.

Bacajuga

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

Muaro Jambi dan Tebo Gigit Jari, Tak Masuk Penerima Bantuan Karhutla Padahal Jadi Wilayah Penyumbang Asap

Perjuangan Edi Purwanto, Tanjab Timur Dapat IJD 90 Milyar Tahun Ini

Jambi Masih Dihantui Karhutla: Hotspot Tinggal 5, Luas Terbakar 2.960 Hektare, Ivan Wirata Soroti Ketergantungan OMC

Dari Pemasyarakatan Jambi, Doa Mengalir untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Sumur Kering, PDAM Belum Masuk, Rocky Chandra Bantu Penuhi Kebutuhan Air Warga

“Kita tentu berharap penerbangan bisa segera diberangkatkan. Tapi yang lebih penting, kondisi asap seperti ini segera berakhir. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari persoalan karhutla setiap tahun,” keluhnya di bandara YIA, Minggu (4/10/26).

Menurutnya, penundaan penerbangan menjadi gambaran bahwa persoalan asap Karhutla bukan lagi sekadar masalah lingkungan. Dampaknya telah merembet ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, mobilitas masyarakat hingga aktivitas ekonomi. Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan maupun masyarakat, dapat semakin serius melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla.

Ratusan penumpang Jogja -jambi yang menunggu kabar kepastian keberangkatan. FOTO: OYI

“Mudah-mudahan asap di Jambi segera hilang. Kita ingin masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, anak-anak bisa sekolah, pesawat bisa terbang tanpa terganggu asap dan masyarakat tidak lagi harus menghadapi kondisi seperti ini setiap tahun,” harap Khotib.

Anak-anak Jambi Kembali Belajar dari Rumah

Di tengah persoalan asap yang belum sepenuhnya teratasi, Pemerintah Kota Jambi juga mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Berdasarkan pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Jambi yang merujuk Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap kebakaran hutan serta Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026, pembelajaran tatap muka untuk TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi diperpanjang untuk dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mulai Senin, 5 Oktober 2026, hingga kondisi kualitas udara dinyatakan aman.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa keputusan diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan kondisi kualitas udara Kota Jambi berada pada kategori sangat tidak sehat. Selama PJJ, kepala satuan pendidikan, tenaga kependidikan dan guru tetap melaksanakan tugas dari sekolah untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif melalui pembelajaran daring.

Pengumuman dari Dinas Pendidikan Kota Jambi berdasarkan edaran Wali Kota Jambi. FOTO: IST

Orang tua dan wali peserta didik juga diminta memberikan pendampingan serta memastikan anak mengikuti pembelajaran dengan baik. Peserta didik juga diminta tidak melakukan aktivitas di ruang terbuka, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau berbahaya.

Ketentuan pembelajaran tatap muka selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara dan hasil pemantauan kondisi lingkungan. Asap Jangan Menjadi Rutinitas Tahunan
Penundaan penerbangan dan kembali diperpanjangnya pembelajaran jarak jauh menjadi pengingat bahwa karhutla memiliki konsekuensi nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Di satu sisi, anak-anak harus kembali belajar dari rumah demi menghindari paparan udara yang tidak sehat. Di sisi lain, masyarakat yang bepergian harus menghadapi ketidakpastian perjalanan akibat kondisi atmosfer yang tidak mendukung penerbangan.

Harapannya, persoalan Karhutla di Jambi tidak berhenti pada penanganan asap setelah terjadi. Pencegahan harus diperkuat sejak awal, titik api harus cepat ditangani, dan seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap terjadinya kebakaran harus ditindak sesuai aturan. Sebab, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus hidup dalam siklus yang sama: hutan terbakar, asap datang, sekolah diliburkan atau belajar daring, aktivitas terganggu, penerbangan tertunda, lalu semua kembali normal setelah hujan turun.

Jambi membutuhkan solusi yang lebih permanen.

Masyarakat ingin menghirup udara bersih, anak-anak ingin kembali bersekolah dengan aman, dan para penumpang ingin bepergian tanpa harus dihantui kabut asap. Semoga karhutla dan asap di Jambi segera berakhir, bukan hanya untuk hari ini, tetapi tidak kembali menjadi persoalan yang sama pada tahun-tahun mendatang. (OYI)

Previous Post

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh, Hutri Randa Diperintahkan Segera Gelar Muscam

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK