Tuesday, June 23, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home OPINI

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Penyangga Wisata

Oleh: Wella Sandria, SE., M.Sc (Akademisi UM Jambi)

by Redaksi
09/05/2026
in OPINI
0
Wella Sandria, SE MSc, Akademi UM Jambi

Wella Sandria, SE MSc, Akademi UM Jambi

1
VIEWS
PostTweetShareScan

PENGEMBANGAN kawasan wisata berbasis budaya semakin dipandang sebagai salah satu strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya yang dilakukan melalui kajian dampak ekonomi pengembangan UMKM desa pendukung wisata di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia bersama lembaga akademik menunjukkan adanya kesadaran bahwa sektor pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Namun demikian, dari perspektif akademik, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikritisi agar kajian tersebut benar-benar menghasilkan rekomendasi kebijakan yang efektif dan aplikatif.

Bacajuga

Piala Dunia Fifa 2026: Cabo Verde Kecil-kecil Cabe Rawit

Bedah Gaya Public Speaking Seskab vs Sesneg

Hilirisasi Sawit dan Jalan Besar Transformasi Ekonomi Jambi

Kampus dan Libidus: Krisis Legitimasi Moral

​Bilik Suara Pendidikan sebagai Akar Demokrasi, Catatan Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Racun Digital: Segera Sediakan Rumah sakit Khusus

Pertama, pertumbuhan ekonomi daerah tidak serta-merta terjadi hanya dengan mengembangkan UMKM di kawasan wisata. Dalam banyak kasus pengembangan destinasi wisata budaya di Indonesia, UMKM lokal sering kali hanya menjadi pelengkap aktivitas pariwisata, bukan aktor utama dalam rantai nilai ekonomi.

Tanpa adanya integrasi yang kuat antara pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, serta sistem pemasaran yang modern, UMKM desa cenderung tetap berada pada skala usaha mikro dengan nilai tambah yang rendah.

Kedua, perlu dikaji lebih mendalam sejauh mana kesiapan kapasitas UMKM di desa penyangga KCBN Muarajambi. Banyak UMKM di daerah wisata menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, standar produk yang belum konsisten, hingga keterbatasan dalam penetrasi pasar. Tanpa intervensi yang sistematis dalam aspek peningkatan kapasitas (capacity building), pengembangan UMKM berpotensi hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Ketiga, aspek konektivitas ekonomi kawasan juga menjadi faktor krusial. Pengembangan wisata budaya tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur ekonomi yang memadai, seperti akses transportasi, jaringan logistik, serta integrasi dengan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata regional. Jika konektivitas ini lemah, maka potensi ekonomi kawasan tidak akan optimal meskipun UMKM telah dikembangkan.

Keempat, yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa pengembangan ekonomi di sekitar kawasan budaya tetap memperhatikan prinsip pelestarian warisan budaya. KCBN Muarajambi merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah tinggi. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan pariwisata harus dirancang dalam kerangka ekonomi berbasis konservasi (conservation-based economy), sehingga peningkatan aktivitas ekonomi tidak justru mengancam kelestarian situs budaya tersebut.
Dalam konteks ini, kajian dampak ekonomi yang dilakukan seharusnya tidak hanya mengukur kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara makro, tetapi juga melihat bagaimana distribusi manfaat ekonomi tersebut dirasakan oleh masyarakat desa secara langsung. Indikator seperti peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja lokal, serta penguatan ekonomi desa menjadi parameter penting yang perlu diperhatikan.

Dengan demikian, diseminasi dalam bentuk opini surat kabar ini diharapkan tidak berhenti pada pemaparan hasil penelitian semata, tetapi juga menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pengelola kawasan budaya untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi kawasan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Semoga. (***)

Previous Post

Ivan Wirata: TPP Boleh Naik, Tapi Kinerja dan PAD Juga Harus Meningkat

Next Post

Dari 3 ke 6 Kursi, Cek Endra Minta Golkar Bungo Bergerak Total

Next Post
Oplus_16908288

Dari 3 ke 6 Kursi, Cek Endra Minta Golkar Bungo Bergerak Total

Ihsan Yunus di Acara Pembukaan Musancab PDI-P se Kota Jambi. FOTO: IST

PDI Perjuangan Kota Jambi Pasang Target Besar, Ihsan Yunus Optimis Rebut Pimpinan DPRD

Oplus_16908288

Driver Ojol Jambi Bersyukur Potongan Aplikator Jadi 8 Persen, Edi Purwanto: Harus Dikawal Bersama

Bupati Fadhil Arief Ikut Bertanding, Atmosfer Sepak Bola Batang Hari Makin Hidup

Lahan dan Administrasi Tuntas, Sekolah Rakyat Batang Hari Siap Dibangun

Discussion about this post

Iklan

Kalender

June 2026
SMTWTFS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« May    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK