Jambiday.com, MUARA SABAK — Dari balik tembok lembaga pemasyarakatan, semangat untuk belajar, bekerja, dan menyiapkan masa depan terus tumbuh. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak kembali memperkuat program ketahanan pangan melalui kegiatan budidaya ikan nila yang melibatkan langsung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Langkah tersebut ditandai dengan penebaran benih ikan nila ke kolam budidaya yang telah disiapkan di lingkungan Lapas. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, beserta jajaran.
Tidak sekadar menebar benih, kegiatan ini menjadi simbol dimulainya proses pembinaan yang menanamkan keterampilan, tanggung jawab, sekaligus kemandirian kepada WBP.
Kakanwil Ditjenpas Jambi, Kalapas, dan jajaran turut turun langsung melakukan penebaran benih ikan nila. Kolam yang sebelumnya dipersiapkan kini menjadi ruang belajar bagi WBP untuk mengenal proses budidaya ikan dari tahap awal hingga nantinya dapat dipanen.
Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, mengatakan budidaya ikan merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis kepada WBP.
“Penebaran benih ikan nila ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kami berharap kegiatan ini dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat, baik dari sisi keterampilan maupun hasil produksi,” ujar M. Askari Utomo, Rabu (16/9/26).
Menurutnya, kegiatan produktif seperti budidaya ikan diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada WBP. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai cara memelihara ikan, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.

Apresiasi juga disampaikan Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Ia menilai program ketahanan pangan yang melibatkan WBP secara langsung memiliki nilai penting dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Program seperti ini perlu terus dikembangkan karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan meningkatkan keterampilan. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan,” ungkap Irwan Rahmat Gumilar.
Bagi WBP yang terlibat, kolam ikan tersebut bukan sekadar tempat budidaya. Di sana mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang WBP mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia bersama rekan-rekannya belajar merawat ikan, mulai dari pemberian pakan hingga menjaga kondisi kolam agar tetap mendukung pertumbuhan ikan.
“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan budidaya ikan ini. Selain mendapatkan pengalaman baru, kami juga belajar bagaimana merawat ikan dengan baik mulai dari pemberian pakan sampai menjaga kondisi kolam. Semoga ikan yang ditebar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan,” tuturnya.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak berhenti pada aspek pengamanan dan pemenuhan hak WBP, tetapi juga diarahkan pada pembangunan keterampilan dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.
Pemanfaatan lahan untuk budidaya ikan menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana lingkungan Lapas dapat diubah menjadi ruang produktif. Dari benih yang ditebar hari ini, diharapkan tumbuh bukan hanya ikan yang siap dipanen, tetapi juga keterampilan dan harapan baru bagi WBP.
Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak pun berkomitmen menjaga agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, budidaya ikan nila diharapkan menjadi bagian dari perjalanan pembinaan WBP menuju kemandirian dan kesiapan untuk kembali diterima serta berkontribusi di tengah masyarakat. (OYI)








Discussion about this post