Jambiday.com,JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rocky Candra, mengecam keras viralnya kegiatan promosi minuman beralkohol merek Newport yang disebut menjadikan hafalan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan berhadiah.
Rocky menilai penggunaan ayat suci dalam aktivitas promosi komersial merupakan tindakan yang tidak etis, tidak pantas, dan berpotensi melukai perasaan masyarakat, khususnya umat Islam.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki kedudukan sangat mulia sehingga tidak semestinya ditempatkan sebagai instrumen untuk mengejar perhatian, popularitas, apalagi keuntungan bisnis.
“Bagi saya, ini sudah keterlaluan. Sesuatu yang suci tidak boleh dijadikan gimmick untuk kepentingan komersial,” tegas Rocky Candra.
Ia menekankan, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai sebuah materi promosi, tetapi menyangkut batas kepatutan dalam menghormati nilai-nilai agama di ruang publik.


Rocky meminta pihak yang berwenang segera mengambil langkah tegas dan memberikan kejelasan terkait kegiatan promosi tersebut. Ia juga mendorong agar aturan yang berlaku benar-benar ditegakkan apabila ditemukan adanya pelanggaran.
“Ini bukan soal mencari sensasi atau memperbesar persoalan. Ayat suci bukan alat untuk meraih perhatian, popularitas, apalagi keuntungan. Kesucian Al-Qur’an harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Pernyataan Rocky menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam dunia promosi tidak boleh kehilangan batas etika. Di tengah derasnya persaingan industri dan masifnya promosi di media sosial, strategi pemasaran semestinya tetap menghormati nilai agama, budaya, dan keyakinan masyarakat.
Jangan sampai demi sebuah konten yang viral, sesuatu yang sakral justru dijadikan alat komersialisasi. Sebab, ketika simbol dan ayat suci diperlakukan sekadar sebagai gimmick pemasaran, yang dipertaruhkan bukan hanya citra sebuah merek, tetapi juga rasa hormat terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. (OYI)








Discussion about this post