Monday, June 22, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home OPINI

Paradoks Agraria 2025: Antara Legalisasi Aset dan Ketimpangan Struktur

Penulis: Arnold Harun| Kader GMNI Jambi

by Redaksi
29/12/2025
in OPINI
0
Oplus_16908288

Oplus_16908288

1
VIEWS
PostTweetShareScan

TAHUN 2025 akan segera usai. Di atas kertas, jutaan lembar sertifikat telah dibagikan di hadapan jepretan kamera. Namun, dibalik angka angka sukses tersebut, terdapat jutaan jeritan petani rintih tak terdengar. Masih beredaran kasus kasus agraria yang tak kunjung diselesaikan. Maka muncul satu pertanyaan: Apakah Reforma Agraria yang digadang-gadang adalah benar-benar tentang keadilan? Atau hanya sekedar urusan administrasi semata.

Data menunjukan adanya ketimpangan realitas antara klaim keberhasilan pemerintah dan fakta lapangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio penguasaan lahan di Indonesia masih bertahan di kisaran 0,58 hingga 0,68. Artinya, kurang dari 1% penduduk menguasaai hampir 60% sumber daya agraria, sementara jutaan petani hanya memiliki lahan rata-rata di bawah 0,5 hektare (petani gurem).

Bacajuga

Bedah Gaya Public Speaking Seskab vs Sesneg

Hilirisasi Sawit dan Jalan Besar Transformasi Ekonomi Jambi

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Penyangga Wisata

Kampus dan Libidus: Krisis Legitimasi Moral

​Bilik Suara Pendidikan sebagai Akar Demokrasi, Catatan Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Racun Digital: Segera Sediakan Rumah sakit Khusus

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat bahwa sepanjang periode transisi ini, konflik agraria akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) justru meningkat. Sepanjang dekade terakhir, tercatat lebih dari 2.700 letusan konflik agraria yang melibatkan jutaan hektare lahan dan terdampak pada ratusan ribu kepala keluarga.

Per detik ini, masalah utama kita adalah kerancuan antara legalisasi aset dan redistribusi aset. Legalisasi dan distribusi yang ditargetkan sebanyak 9 juta hektare melalui reforma agraria, mayoritas didominasi Legalisasi Aset padahl akan lebih baik berfokus pada Redistribusi Lahan. Pemerintah sibuk menjalankan rutinitas birokrasi, bukan revolusi.

Reforma Agraria sejati seharusnya berani mengusik kenyamanan korporasi raksasa yang menguasai ribuan hektare melalui Hak Guna Usaha (HGU). Namun nyatanya, saat korporasi dengan mudah memperpanjang konsesi, rakyat kecil harus “berdarah-darah” hanya untuk mempertahankan sejengkal tanah leluhur mereka dari penggusuran atas nama pembangunan.

Konflik agraria yang menggantung dipenghujung tahun ini bukan hanya persoalan sengketa properti; ini adalah soal kedaulatan pangan dan martabat bangsa. Selama negara lebih memilih pendekatan keamanan daripada dialog dalam penyelesaian konflik PSN (Proyek Strategis Nasional).

Saya tegaskan, sekali lagi ”Selama moncong sejata dan gas air mata masih menjadi jawaban atas protes protes petani yang kehilangan tanahnya, maka REFORMA AGRARIA hanya akan menjadi jargon politik yang akan tetap usang setiap kalender berganti.

Kita tidak butuh seremoni belaka. Kita butuh langkah tegas dan keberanian sikap politik untuk (1) mengaudit ulang penguasaan lahan secara nasional, (2) hentikan pendekatan militeristik dalam sengketa lahan dengan para petani, (3) prioritaskan redistribusi bukan Legalisasi Aset.

Tahun 2026 tidak ada lagi rakyat sebagai penonton di atas tanahnya sendiri. Tanah adalah martabat, dan martabat tidak bisa di barter dengan selembar kertas sertifikat.

Wahai penguasa, berhentilah memoles statistik. Pulihkan hak rakyat, karena sejarah tidak akan mencatat berapa lembar kertas yang Anda bagikan, melainkan berapa banyak rakyat yang Anda selamatkan dari kemiskinan struktural. (***)

Previous Post

Mitigasi Risiko dan Overcrowding, Kanwil Ditjenpas Jambi Pindahkan Napi High Risk

Next Post

Hasil Razia Setahun Penuh, Lapas Narkotika Muara Sabak Musnahkan 56 Handphone dan Barang Terlarang Lainnya

Next Post
Oplus_16908288

Hasil Razia Setahun Penuh, Lapas Narkotika Muara Sabak Musnahkan 56 Handphone dan Barang Terlarang Lainnya

Oplus_16908288

Menutup Tahun dengan Doa, Lapas Narkotika Muara Sabak Teguhkan Pembinaan Spiritual

Oplus_16908288

KI Jambi Tutup 2025 dengan 32 Sengketa Informasi PBJ, Lahan, dan CSR

Oplus_16908288

Menyoal Keazaman Moral, Cita-cita Keadilan dan Harapan NKRI 2026

Oplus_16908288

Gunakan ID Card Palsu, Oknum Mengaku Jaksa Diamankan di Jambi

Discussion about this post

Iklan

Kalender

June 2026
SMTWTFS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« May    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK