Jambiday.com, JAMBI — Bagi sebagian orang, air mungkin hanya perlu membuka keran. Namun bagi warga RT 10, Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, mendapatkan air bersih kini menjadi perjuangan yang tidak mudah.
Kemarau panjang membuat sumur-sumur warga perlahan kehilangan air. Bahkan, sebagian sumur telah mengering total sejak beberapa pekan terakhir. Sementara jaringan PDAM Tirta Mayang belum menjangkau kawasan permukiman tersebut.
Di tengah kondisi itu, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, membeli air berulang kali tentu bukan perkara mudah.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong anggota DPR RI, Rocky Chandra, bergerak. Melalui tim relawannya, Rocky kembali menyalurkan bantuan air bersih secara langsung ke permukiman warga yang terdampak kekeringan.

Kedatangan armada tangki air disambut antusias warga. Puluhan warga berdatangan dengan membawa berbagai wadah yang mereka miliki—mulai dari drum plastik, ember, baskom hingga jeriken.

Mereka mengantre dengan tertib. Bukan untuk mendapatkan sesuatu yang mewah, melainkan untuk memperoleh air yang akan digunakan untuk kebutuhan paling dasar: minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kekeringan telah mengubah air bersih menjadi kebutuhan yang sangat berharga bagi masyarakat.
Zakir, warga RT 10 Kelurahan Tahtul Yaman, mengaku lega sekaligus berterima kasih atas bantuan yang kembali diberikan Rocky Chandra.
Menurutnya, kondisi krisis air bersih di wilayah tersebut sudah cukup parah. Bahkan, bantuan dari tim Rocky Chandra kali ini merupakan penyaluran yang kedua.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Rocky Chandra yang sudah peduli dan membantu kami dengan air bersih ini. Untuk di wilayah kami saja, sudah ada puluhan rumah yang mengalami krisis air bersih parah. Sumur warga rata-rata sudah kering kerontang, sementara jalur PDAM memang belum masuk ke sini,” ungkap Zakir.
Ia mengatakan, bantuan air bersih sangat berarti bagi warga. Namun, di sisi lain, masyarakat juga berharap persoalan ini tidak hanya ditangani sesaat.
Sebab, selama hujan belum turun secara normal dan sumur warga belum kembali terisi, kebutuhan air bersih akan terus menjadi persoalan setiap hari.
“Kami sangat berharap bantuan air bersih seperti ini bisa datang secara berkala. Bukan hanya dari tim Pak Rocky, tetapi juga kami mengetuk hati pemerintah kota dan instansi terkait lainnya untuk turun tangan membagikan air secara merata selama musim kemarau ini,” tambahnya.
Bagi warga Tahtul Yaman, satu tangki air yang datang bukan sekadar bantuan. Di balik setiap jeriken yang terisi, ada keluarga yang bisa kembali memasak. Ada anak-anak yang bisa mandi. Ada warga yang tidak lagi harus mencari air hingga jauh dari rumah.
Sementara itu, Rocky Chandra mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Rocky juga terus memetakan sejumlah titik permukiman di Kota Jambi dan wilayah sekitarnya yang mengalami persoalan serupa. Bantuan akan disalurkan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami ingin yang mendapat air masyarakat yang benar-benar butuh. Sehingga tepat sasaran, jangan sampai mumbazir. Dan juga jangan sampai air yang merupakan kebutuhan pokok menjadi sumber keluhan utama bagi masyarakat,” tegas Sekjen TIDAR ini.
Kekeringan pada akhirnya bukan hanya soal tanah yang retak atau sumur yang mengering. Bagi warga yang mengalaminya, kekeringan berarti perjuangan setiap hari untuk mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi kebutuhan paling dasar manusia: air bersih. Dan di tengah penantian turunnya hujan, bantuan satu tangki air menjadi harapan yang begitu berarti. (OYI)







Discussion about this post